Archive | Bahasa Indonesia RSS for this section

MISTERI TAMAN SEKOLAH

Alkisah datang dari Genk-genk Cewek gokil yang saben hari kerjaannya ngerumpi, kagak di luar, kagak di kelas, pasti yangk diomongin para cowok-cowok aneh yang gak jelas tongkrongannya, gak di pohon gak di jamban.

Tau dah pusing mikirnya …..

Ceritanya tuh yach, mereka para ladies lagi ngerumpi di taman tuh, ya biasa mereka semua narsis. Narsis gitu deh. Tiba-tiba saat mereka lagi foto-foto ada makhluk berbaju putih yang tertangkap dikamera, yang sedang asyik bergaya ngikut foto, ngikut nampang kali yach….. Read More…

Advertisements

Contoh Makalah

Membuat makalah adalah kebutuhan pokok buat anak pelajar, terutama Mahasiswa. membuatnya akan terasa sulit jika waktu SMP/SMA tidak pernah membuatnya, hal ini sangatlah perlu kebiasaan, dimana jika waktu SMP/SMA kita mempelajari untuk membuat makalah dengan prosedur yang mudah dan simpel.

saat saya SMA memang pernah diajarkan membuat makalah secara ilmiah, tapi karena (mungkin) penjelasan guru yang sulit saya pahami dan (tentu) saya yang gak cepet paham, hehe

kira-kira ini Masalah eh Makalah maksudnya yang termasuk kriteria mudah dibuat namun mengena.

Cekibrot contohnya gan >> Read More…

Pidato Perpisahan SMA

tadi siang saya diminta untuk membuat pidato tentang perpisahan sekolah, karena saya orangnya selalu menggampangkan sesuatu,  spontan menjawab ‘ya’ ketika saya diminta membuat teks pidato untuk perpisahan sekolah.

iseng-iseng saya bikin ternyata jadi juga, meski banyak keruetan kata yang rancu kalo dibaca, namun akhirnya yang minta bikinin pidatonya  ikut ngasih masukan juga. minimal layak untuk dibaca lah pidatonya. pidato ini  saya buat untuk perpisahan sekolah anak SMA N 1 Juntinyuat nanti, tepatnay hari senin 28 Mei 2012

ini dia pidatonya, cekidot >> Read More…

HARAP

Belajar aku jadi juara
Menang tantangan tendang tanding
Resah hati saat kau pergi
Hilang harap lekas kembali
Dikau tulus tinggalkan kasih
Harap dapat hidup baik
Meski engkau tinggalkan yang peduli

Bermacam kata tanya menghujam
Teruntuk dirimu yang diam
Akupun tak tahu kau sedang apa?
Rindu bila datang ke tempatmu lahir
Ombak biru harum angin menerpa
Lantunan suara teriakmu mengusikku

Pandangan kosong berlabu di mataku
Terkenang sosok pelipur lara
Aku Anggap saja kau ada
Biar terobati lagi
Usai dapat meski terjangkit lagi
Tak peduli kapan lagi
Hampa rasaku lirih

Aku dan Sahabatku Menemukan Nikmat di Masjid

Akhirnya pulang juga, Sebelum nyampe rumah Aku dan Sahabatku biasa mampir Sholat Dzuhur di Masjid Juntinyuat, Masjid yang letaknya dekat dengan sekolah kami. untuk melepas lelah, setelah Sholat kami biasa duduk-duduk dulu di depan Masjid, sembari menikmati segarnya angin yang menguliti tubuh kami yang sedang gerah.

Selesai sholat, saat keluar dari Jama’ah sholat, saya bersama sahabat saya yang hendak duduk di depan Masjid tiba-tiba dipanggil oleh Pria setengah baya,nampaknya dia lebih duluan duduk di depan Masjid . Sepertinya dia juga sama dengan kami sedang melepas lelah dan menghilangkan gerah akibat panasnya siang hari yang sangat terik.

“de, mari duduk denganku!” tawar pria setengah baya.

terjadilah perbincangan yang menjurus berkenalan antara Aku dan Sahabatku bersama Pria setengah baya itu. pria itu bertanya tentang kami dan keberadaan sekolah kami, kami berdua pun menjawab apa adanya tentang sekolah kami. karena kami masih mengenakan seragam sekolah jadi dia betanya tentang sekolah kami sebagai awal pembicaraannya.

dalam perbincangannya Pria itu banyak menceritakan tentang waktu mudanya, ketka dia telah menggapai prestasi-prestasi yang membaggakan saat usianya sama tidak jauh beda dengan kami, “Alhamdulillah, habis sholat kami mendapatkan Motivasi dari orang yang entah itu siapa tapi sudah memberikan dorongan positif buat kami” hatiku membatin.

kami mengerti kalau semua yang dia ceritakan hanyalah untuk memotivasi kami semata, bukan untuk kesombongan, tentunya karena dia melihat kami sebagai anak pelajar, jadi dia ingin memberi semangat kepada kami dengan bernostalgia di masa lalunya.

setelah beberapa lama kami berbincang, dia mengakhiri dengan sebuah pertanyaan“Ade-ade tahu gak arti nikmat itu apa?”

belum sempat kami menjawab dia menambahkan pertanyaan lagi.

”artikan menurut pendapat ade sendiri, nggak usah susah-susah?”

mendengar pertanyaan itu kami hanya saling menatap, seakan ingin berkata “kamu tahu nggak?”

pria itu mengerti kalau kami berdua tidak bisa menjawabnya, maka dia memberikan pertanyaan lagi, mungkin itu adalah pertanyaan pancingan agar kami bisa menjawab pertanyaannya, “sekarang saya beri pemisalan. misalkan ada uang Rp.5000,- di saku kalian itu namanya nikmat bukan ?”.

kembali kami saling menatap, namun kali ini saya menjawab “hm…kalo menurut saya uang Rp.5000,- itu adalah nikmat” kemudian disusul sahabat saya dengan jawaban sama “iya, uang Rp.5000,- itu adalah nikmat”

“benarkah itu nikmat?”pria itu memberikan pertanyaan lagi

“ehm..“ kami malah menjadi ragu dengan jawaban yang baru saja diutarakan sendiri setelah dilontarkan pertanyaan tersebut.

“ ya jelas bukanlah“jawab pria itu. Sambil tersenyum lebar hingga gigi-giginya yang kecil rada ompong itu kelihatan semua.

“kenapa bukan, karena arti dari nikmat adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, bukan sesuatu yang kita miliki“ jelas pria itu melanjutkan jawabannya yang  malah membuat kami bingung.

karena kami masih terlihat kebingungan dia memperjelas lagi “uang Rp.5000,- yang ada di saku ade tadi itu memang milik ade, tapi jikalau uang itu hilang terus uang itu ada yang menemukan ? kemudian orang yang menemukan  uang itu membeli es misalnya, jadi apa yang ade rasakan dengan uang itu, adakah nikmat?“ jelas pria itu panjang lebar, sedangkan kami hanya bisa saling  memandang dan mendengarkan saja. “yang merasakan nikmat adalah orang yang menemukan uang Ade tadi, kenapa ? karena yang menemukan uang itu dialah yag merasakan nikmatnya es. sedangkan ade hanya memiliki uang itu tapi tidak merasakan apa-apa dengan uang itu karena hilang tadi. jadi dialah yang mendapat nikmat“

kami hanya menjawab “ooh“ sambil mengangguk-ngangguk.”jadi, nikmat adalah apa yang kita rasakan, bukan apa yang kita miliki”

perbincangan kami pun selesai setelah penjelasan tentang nikmat. setelah itu kamipun berpisah. Dengan saling bersalaman Saya dan sahabat saya pulang dengan membawa sepeda butut  dan sebuah motivasi yang berisi pelajaran berharga dari Pria setengah baya yag tak dikenal kami sebelumnya. Pria itu pulang dengan sepeda motornya yang terlihat sangat sederhana, kemudian menjauh pergi dari pandangan mata kami. kamipun berpisah dari tempat yang penuh barokah itu dengan satu pelajaran berharga yaitu arti #Nikmat.

%d bloggers like this: